Berburu Barang Second untuk Acara Istimewa, Yay or Nay?

Assalamu’alaikum!

Yeay. Minggu ini aku agak produktif. Senang rasanya!

Kali ini aku pengen sharing sekaligus minta pendapat kalian sih, beli barang second itu patut dicoba enggak sih? Kadang, banyak banget kan hal yang perlu kita pertimbangin kalau kita mau beli barang second. Entah kualitasnya yang enggak sesuai sama yang diomongin seller, ribet karena harus COD, atau simply kita nggak nemu yang pas di hati.

Ngomongin barang second, tahu aplikasi Prelo? Gini tampilan aplikasinya:

Prelo Indonesiab

Tampilan “Home” di Prelo

Awal aku tau tentang Prelo dari salah satu beauty vlogger yang aku follow di instagram, kalau enggak salah Sasyachi deh. Kemudian aku download aplikasinya, tapi baru bener-bener sering pakai ya minggu-minggu ini karena mau ada prom night hehe. Prelo ini aplikasi marketplace khusus barang-barang yang udah dipake (preloved atau second) walaupun enggak menutup kemungkinan barang baru juga bisa dijual. Prelo dibuat oleh orang Indonesia, lho!

Kembali ke masalah prom, dia ini kan special occasion ya, ada beberapa alasan kenapa aku nyari barang second:

  1. Jelas harganya jauh lebih murah
  2. Aku belum tentu pakai barang yang kupakai ke prom sering-sering
  3. Aku terlalu males ngubek-ngubek mall/pasar/toko di Jogja

Tapi, tentunya, ada beberapa hal juga yang menahan aku buat beli barang second buat special occasion:

  1. Iya kalau sellernya jujur, kalau belum terpercaya kan harus COD
  2. Kalau harus COD, harus cari yang sekota
  3. Kalau harus yang sekota buat COD, sama aja males hahaha

Beberapa hari ngubek-ngubek aplikasi Prelo, akhirnya aku menemukan banyak fitur yang bikin aku girang dan yakin buat beli barang bekas aja. Aku gak akan tulis semuanya ya. Aku akan share yang menurutku khas banget dari si Prelo ini.

Continue reading

Pengalaman ke dr. Y. Widodo, SpKK [Update + FAQ]

Assalamu’alaikum!

Akhirnyaaaa aku posting di sini lagi. Sebenarnya, aku sudah punya domain di sofiatimukrimah.com, tapi karena aku harus mulai dari nol lagi, ujung-ujungnya aku kembali ke sini lol -_-

Oke tanpa basa-basi, aku mau bahas postinganku yang punya views terbanyak dari semuaaaaaa postinganku di blog ini: https://iammonokrom.wordpress.com/2016/03/30/beauty-talk-pengalaman-ke-dr-y-widodo-spkk/

Aku enggak nyangka, sebuah postingan pendek, tanpa konsep, tanpa foto, justru paling banyak view-nya. Mungkin karena kurang lengkapnya itulah, jadi banyaaaak banget yang akhirnya nanya ke email tentang hal yang sama. Oleh karena itu, aku udah siapkan video yang menjawab semua pertanyaan itu. Oh ya, di postingan pertama itu sebenarnya aku udah post link video, tapi ternyata kalau edit postingan lama, kita enggak bisa menambahkan video dari youtube. Jadi aku akan bagi di sini juga ya:

Ada pertanyaan lain yang sering banget ditanyakan tapi gak aku jawab di video: alamat dan nomor telepon Apotek Panji-nya. Please guys, itu udah dijawab di kolom komentar. Kenapa nggak coba scroll sedikiiiit aja?

Ini aku copas lagi ya. Semoga nggak ada yang nanyain alamat dan nomor telepon lagi.

Alamat Apotek Panji: Jalan Kolonel Sugiyono Seberang Sop Merah persis (Lampu merah pertama dari arah Jalan Taman Siswa)

Nomor telepon Apotek Panji: (0274) 378936

Teknis pendaftaran? Keadaan kulit yang sekarang? Harus terus konsultasi atau enggak? Obat yang dikasih apa aja? Tonton videonya 🙂

Semoga membantu, ya!

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Giveaway Dari Suhay Salim, Apa Aja Isinya?

Assalamu’alaikum!

Selamat malam semuanya. Akhirnya aku ngisi blog lagi setelah sekian lama. Dari mulai KKN, laporan dan segala macamnya udah beres, aku udah bikin video lagi lho di youtube channelku.

Jadi, sewaktu lagi KKN, my number one facevorite Indonesian beauty vlogger Suhay Salim ngadain giveaway. Seperti biasa, aku langsung ikutan tanpa mikir. Enggak terlalu berharap juga karena yang ikutan giveaway dia bisa 20 ribu lol. Ternyataaa, nggak lama kemudian diumumin aku salah satu pemenangnya!! Senengnya minta ampun!

Jadi, apa aja isinya?

  1. Wardah Exclusive Two Way Cake “Natural”
  2. Pixy Lip Cream “Chic Rose”
  3. Studiomakeup Soft Illusion Face Primer
  4. Flormar Make Up Fix Spray
  5. Wardah Creamy Body Butter “Vanila milk & pearl”
  6. Re-gen Oil
  7. Klara Kiss Proof Lips “15”
  8. Becca Shimmering Skin Perfector Luminious Blush “Snapdragon”
  9. Etude House Color in Liquid Lips Juicy
  10. Mineral Botanica Foaming Facial Wash
  11. Mineral Botanica Loose Foundation

Mau tahu gimana reviewnya dan hasilnya di muka? Tonton video di bawah ini ya!

Terima kasih banyak!

Wassalamu’alaikum

Pakai Kamera Smartphone untuk Beauty Blogging, Kenapa Tidak?

Assalamu’alaikum!

Selamat malam teman-teman.

Kali ini aku enggak akan nulis soal review, unboxing, haul atau apa. Tapi yakin deh, ini masih berhubungan kok sama beauty blogging. Seperti yang teman-teman tahu, beauty blogging itu banyak banget yang perlu dipersiapkan bila ingin terlihat profesional. Menurutku sendiri, ada beberapa hal penting yang perlu dicatat oleh beauty blogger saat awal membuat blog:

1. KONTEN! Iyalah, masa iya enggak ada kontennya? Aku sendiri pun masih sadar kok kalau kontennya masih mainstream, belum inovatif atau in depth, tapi semoga ke depannya aku terus memperbaiki diri ya.

2. Tools. Jujur, sewaktu awal-awal aku membuat beauty blog, toolsku ya hanya kamera smartphone yang enggak canggih-canggih amat. Kalaupun di beberapa postingan terlihat bagus, itu karena aku meminjam kamera punya SOLID, lembaga pers yang aku masuki hehe. Tapi percaya deh, seiring berjalannya waktu kualitas fotomu pasti meningkat kok, kamu pasti lama-lama belajar gimana mengambil angle yang baik, cahaya yang pas, dan lain-lain.

3. Konsisten. Wah, aku pun belum konsisten. Oleh karena itu, aku berusaha mulai saat ini menjadwalkan minimal satu kali seminggu HARUS menulis di blog ini.

Well, untuk dua poin lain enggak akan aku bahas terlalu dalam ya. Khusus di postingan ini, aku akan bahas soal tools, atau lebih tepatnya, kamera yang digunakan untuk beauty blogging. Kenapa kamera itu penting?

Karena:

  1. Aku sendiri malas sewaktu membuka blog orang lain yang sebenernya kontennya bagus tapi fotonya burem semua
  2. Tulisan kita adalah seputar beauty, remember? Kecantikan enggak akan terlihat kalau kualitas fotonya kurang baik.

Saat ini, aku pakai kamera saku yang kualitasnya enggak bagus-bagus amat, beneran! Aku harus mengeluarkan energi ekstra demi kualitas foto yang bagus. Terkadang, aku malah merasa hasilnya jauh lebih bagus kamera smartphone dan tentunya lebih praktis. Oleh karena itu, kamera yang aku gunakan di postingan sebelumnya adalah hasil dari kamera smartphone (disini).

Ngomong-ngomong soal smartphone, beberapa waktu lalu aku baru memenangkan lomba menulis yang hadiahnya cukup lumayan. Niatnya sih, smartphone yang aku punya akan aku berikan ke Ibu, sedangkan aku akan membeli Samsung J5 2016 yang sudah lama aku impi-impikan, terutama sejak Henry Manampiring sering banget ngomongin smartphone ini di akun ask.fm-nya. Iya, bahkan saat aku mewawancarai dia untuk sebuah startup artikel inspiratif. dia juga ngomongin smartphone Samsung dan kualitas kameranya yang ajib banget. Aku bahkan sudah browsing soal Samsung J5 2016, nonton video reviewnya di youtube, menanyakan ketersediannya di SES Jogja City Mall (dan ternyata saat itu masih belum masuk pasar Jogja). Aku bahkan juga nanyain soal hp ini ke ask.fmnya Om Piring!

henry-manampiring-j5-2016

Tapi, sedihnyaa, HP-ku hilang tepat sebelum aku memberikan itu ke ibuku. Mau tidak mau, aku membatalkan niatku untuk meminang si J5 2016 karena tentu aja, aku harus membelikan smartphone juga ke ibuku karena sudah janji. Padahal, aku naksir berat sama Samsung J5 2016 karena beberapa hal ini:

  1. Kualitas kameranya enggak perlu diragukan lagi. Bahkan kamera depannya sudah beresolusi sebesar 5 MP dan memiliki flash juga (jadi enggak usah pusing mikirin lighting yang jelek lol)
  2. RAMnya sudah 2GB (di seri J5 tahun lalu, RAMnya masih 1.5 GB)
  3. Kemampuan multitasking di smartphone Samsung secara umum bagus banget meski spesifikasinya mungkin di bawah smartphone lain, tapi percayalah, harga enggak akan bohong.
  4. Service center resminya ada di mana-mana.

Menurutku, dengan harga kurang dari 3 juta rupiah, Samsung J5 2016 udah cocok banget untuk beauty blogging. Spesifikasi lebih lengkapnya bisa kamu cek disini: (http://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-j5-2016-j510fn/). Kamera SLR yang berat, atau kamera saku yang hasilnya enggak terlalu bagus pasti tetap kalah praktis dengan smartphone. Apalagi kalau kualitas kamera smartphonenya ternyata bagus banget. Aku juga tipe orang yang males banget masukin memori kamera ke laptop, mindahin foto, ngedit untuk ngasih watermark, dan menguploadnya ke blog. Aku jauuuuh lebih senang kalau foto dari smartphone sudah bagus lalu tinggal mengirimnya ke laptop melalui bluetooth. Jangan lupa, kemampuan multitasking yang bagus juga poin yang penting banget. Soalnya, aku juga install wordpress di smartphone biar saat di jalan dan tiba-tiba ingin nulis blog, aku siap setiap saat. Kalau ambil fotonya langsung dari smartphone, tentu aja semuanya jadi lebih mudah.

Tapi tentu aja itu cuma pendapatku. Kalau kamu memang mau banget pakai kamera SLR untuk beauty blogging, ya boleh banget. Mau pakai kamera saku, juga boleh. Mau pakai smartphone, itu juga bagus. Yang terpenting, kamu terus belajar untuk naikin kualitas fotonya. Toh, pada akhirnya, hasil dari foto itu juga sangat tergantung dengan tangan, bukan spesifikasi. Makanya, aku lebih milih smartphone karena udah tinggal mencet aja 😛

Hasil kamera samsung galaxy note 5

Sama Om Henry Manampiring dan Mbak Primadita Rahma. Percaya enggak ini cuma pakai kamera depan Samsung Galaxy Note 5?

Untuk kamu yang memang masih (dan atau seterusnya) mengandalkan smartphone untuk beauty blogging, aku punya beberapa tips memaksimalkan fungsi si smartphone ini:

  1. Catat di note semua inspirasi tulisan yang tiba-tiba nongol di kepala
  2. Buka beauty blog kamu di smartphone, sudah mobile-friendly belum? Ini penting!
  3. Enggak perlu mempersulit diri sendiri saat pakai kamera smartphone. Setting di auto aja. Cari pencahayaan terbaik. Segera kurasi. Rename file foto yang ingin diupload biar mempermudah.
  4. Tulis tulis tulis! Jangan biarkan ketiadaan laptop itu membuat kamu menunda menulis. Tulis aja dulu di aplikasi blog smartphone, simpan di draft. Kalau kamu enggak menemukan kesulitan waktu mengedit atau upload foto ya udah, upload saat itu juga! 😀
  5. Ada tambahan? 🙂

Itu sedikit cuap-cuap di malam Minggu ini. Semoga ada manfaatnya ya.

Wassalamu’alaikum!

 

Kenapa Sih Suka Make Up?

IMG_4845

bubuk-bubuk kebahagiaan

Rasanya sudah seabad lamanya saya tidak bersua.

Bukan karena kehabisan bahan, bukan karena ketiadaan waktu (well, sebenarnya memang sedang kesulitan membagi waktu), tapi lebih kepada suka mikir,”Ini perlu nggak sih beginian direview dan dipublish?”

Belakangan ini, saya sedang sering dikecewakan oleh produk yang saya beli. Untuk menulis reviewnya, rasanya, kurang rela. Masa iya sih saya mempublish tulisan tentang produk yang kurang saya suka? Ah, tapi rasanya itu hanya alasan. Intinya, saya sedang banyak malasnya. Karenanya, kali ini saya cuma ingin berbagi curhatan yang mungkin kurang penting.

Bagi pembaca, kapan sih kalian mulai menyukai make up?

Saya sendiri mulai suka make up saat kuliah, itu pun bukan di awal-awal semester. Awalnya cuma coba-coba BB Cream yang saat itu mulai ngetren, lalu mulai coba pakai bedak two way cake punya kakak yang sudah enggak dia pakai, lalu saya mulai baca-baca review make up di forum, di blog, di youtube, hingga akhirnya sekarang saya kesulitan lepas dari make up.

Sejujurnya, saya belum pernah menyukai sesuatu melebihi make up. Saya selalu bersemangat saat menceritakan make up. Saya tidak pernah kehabisan bahan obrolan bila itu menyangkut soal make up. Saya merasa ada perasaan bahagia ketika memoleskan lipstick, mascara, foundation, blush on, atau powder ke wajah saya. Tapi ternyata, saya jauh lebih bahagia lagi saat merias wajah orang lain.

Saya pemalas. Bahkan saya seringkali bangun tidur hanya setengah jam sebelum waktu kuliah. Waktu itu saya pakai untuk mandi dan dandan. Iya, waktu sesedikit itu bisa membuat saya lebih presentable.

Makanya, saya mengangguk-angguk saat membaca tulisan ini: Make Up Harian, Hanya 15 Menit untuk Tampil Memukau Setiap Hari!

Ternyata, bukan cuma saya satu-satunya perempuan di muka bumi yang (mungkin) pemalasnya bukan main, tapi tetap ingin tampil pantas. Waktu yang singkat itu saya manfaatkan untuk pakai sunscreen, bedak, pensil alis, dan lipstick. Itu terhitung lagi niat banget. Sedangkan sehari-hari saya lebih suka hanya pakai lipstick demi menghemat waktu. Tanpa lipstick, saya hampir selalu dikira sakit. Tapi demi keperluan foto, saya selalu berusaha tampil all out.

Kembali ke pertanyaan yang jadi judul post ini, kenapa sih saya suka make up?

Kalau mau jujur, make up itu butuh banyak banget perjuangan. Coba-coba produknya tapi terkadang ternyata produknya tidak sebagus klaimnya, harganya yang kelewat mahal, atau yang lebih buruk lagi ternyata bikin break out. Waktu yang dibutuhkan untuk aplikasi make up komplit pun lamanya minta ampun.

Saya sendiri pun sering bertanya-tanya, kenapa sih saya bisa secinta ini dengan make up? Tapi lalu saya sadar, saya tidak sempurna, termasuk untuk urusan fisik. Bahkan untuk memiliki wajah mulus pun masih jauh. Hidung mancung pun tidak. Pipi tirus pun tak punya. Make up bisa memperbaiki itu. Saya tulis, memperbaiki, bukan menjadikannya sempurna. Saya merasa paling tidak, saya berusaha untuk tampil lebih baik di hadapan orang lain. Saya berusaha mencintai diri saya sendiri, bukan dengan mengeluh karena wajah yang butuh koreksi, tapi dengan menonjolkan dan menutupi bagian tertentu dari wajah saya. Saya tidak lagi khawatir dengan komentar orang lain. Bagi saya, make up adalah cara saya menghargai apa yang sudah Tuhan beri.

Satu hal lagi, make up adalah skill. Tidak semua orang bisa memakai make up. Sama halnya dengan menyanyi, melukis, atau menari. Tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik. Jika saya menguasai make up, setidaknya, ada hal yang tidak semua orang bisa lakukan, tapi saya bisa. Skill itu mahal, kan?

Oh, satu hal lagi. Saya mencintai make up karena mereka mampu mengajarkan saya untuk sabar, telaten, terus belajar dan yang lebih penting: rajin menabung.

Bagaimana dengan kamu? Sudah tahu jawabannya?

5 Beauty Vlogger Indonesia Terfavorit!

Assalamu’alaikum!
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah ya guys, mohon maaf lahir batin. Maaf masih angin-anginan ngeblognya, dan maaf kalau kadang ada konten yang kurang berkenan.
Kali ini aku masih pengen santai-santai *dasar pemalas*, jadi aku akan nulis sesuatu yang ringan.
Akhir-akhir ini, aku lagi suka banget nonton video beauty di youtube, atau istilahnya beauty vlogging. Dua tahun lalu, aku masih nontonin beauty vlogger luar negeri karena di Indonesia masih jaraaaaang banget. Beberapa yang aku subscribe karena aku suka adalah Michelle Phan (favorit sejuta umat sih ini kayaknya, sayangnya sekarang jarang banget upload soal beauty), Bubzbeauty, The Makeupchair (mukanya agak-agak Asian jadi bisa agak nyontek), dan Ana Victorio (Orang Filiphina yang mukanya baby face banget).
Tapi ada beberapa kelemahan saat aku mengandalkan beauty vlogger dari luar negeri, yaitu:
1. Jenis kulitnya 90% beda. Walau misalnya sama-sama acne-prone, tapi undertonenya beda, cuacanya beda, iklimnya beda, produknya beda, banyak banget deh yang beda. Jadi rasanya percuma.
2. Produknya sebagian besar enggak available di Indonesia. Memang sih beberapa beauty vlogger Internasional itu pakai produk drugstore, tapi tetap aja susah banget nyari produk-produknya. Jatuhnya, kita cuma bisa nonton, tapi nggak bisa nyontek gaya makeupnya.
3. Bahasa. Ya ini sih aku doang kali ya haha. Kalau Bubzbeauty masih bisa dimengerti, bahasa Inggris dia memang mudah, tapi yang lain aku merasa agak kesusahan deh. Entah dari pelafalan, kecepatan, atau memang dari akunya sendiri yang belum banyak vocabulary-nya. Jadi ini keterbatasan juga. Subtitle juga cukup mengganggu karena aku jadi fokus di subtitle daripada di konten videonya.

Karena alasan-alasan itulah, aku seneng banget waktu akhir-akhir ini semakin banyak beauty vlogger dari Indonesia. Ada beberapa hal yang jadi parameterku untuk menyukai dan subscribe beauty vlogger dari Indonesia.
1. Editingnya nggak macem-macem. Memang sih, editan yang unyu, banyak efek suaranya, atau apapun itu jadi mempercantik video. Tapi aku sendiri kurang suka karena lagi-lagi, menggangu konsentrasiku. Aku tetap menomorsatukan konten daripada editing.
2. Video dan suara jelas. Enggak perlu terlalu bagus sih, yang penting jelas. Aku lebih suka yang background videonya plain alias polos, tapi background kamar juga nggak masalah sih. Aku justru kurang suka backdrop yang bling-bling. Iya sih lucu, cuman aku tetap lebih suka yang clear biar fokus ke orangnya.
Konten beauty enggak tercampur komedi, parodi, fashion atau vlog. Kalau di satu channel tapi ada konten fashion, vlog, atau parodi, sih enggak masalah ya. Tapi kalau dalam video beauty dicampur sama fashion (misal hijab tutorial) dan parodi, jujur aja aku malas nontonnya, jadi biasanya akan aku close langsung karena aku cuma ingin konten beautynya. Kalau aku lagi nyari konten soal hijab tutorial, ya aku akan cari itu tapi juga yang kontennya cuma itu, enggak tercampur.
3. Durasinya enggak terlalu panjang. Ya kali aku duduk diem di depan laptop selama 20 menit buat liat orang make make up atau cerita soal skincare-nya. Tapi untungnya sebagian besar video yang udah pernah kau tonton sih enggak selama itu (kecuali video Q & A-nya misalnya). Review produk, tutorial, atau skincare/makeup routine biasanya maksimum 10 menit atau 15 menit. Lebih dari itu aku malas -_-
4. Enggak punya celetukan khas yang mengganggu. Kalau ini lumayan aneh sih haha. Aku bisa semudah itu enggak suka sama video hanya karena introduksi khas dari masing-masing beauty vlogger. Biasanya, beauty vlogger Indonesia udah punya semacam kata-kata khas, entah di awal video sebagai sapaan, di tengah video sebagai celetukan khasnya, atau salam penutup. Tapi jujur ada beberapa beauty vlogger yang punya celetukan/sapaan yang mengganggu jadi aku kurang suka.
Nah, itu dia biasanya hal-hal yang aku perhatiin saat nonton beauty video di youtube. Aku tahu aku banyak maunya, sedangkan videoku di youtube pun masih jelek banget kualitasnya. Karena itu aku akan beralih lagi ke blog, rajinin ngepostnya, sambil pelan-pelan upgrade kualitas video youtube-nya.
Nah, ini dia beauty vlogger Indonesia favoritku yang memenuhi semua 5 hal di atas:
1. Suhay Salim


Di urutan pertama (yang artinya paling aku suka) ada Suhay Salim. Aku subscribe dia baru-baru ini, kalau enggak salah sekitar Maret 2016. Awalnya karena nemu video dia di youtube recommendation dan ternyata aku suka banget! Enggak susah buat jatuh cinta sama Suhay Salim. Dia berumur 29 tahun, keturunan Arab, ngomongnya ceplas-ceplos, dan punya skill make up luar biasa bagus!! Dia satu-satunya beauty vlogger yang sampai aku follow instagram dan snapchatnya saking sukanya. Cara dia ngomong bener-bener enak didenger, lancar, dan jelas. Di video-videonya banyak banget ilmu yang aku dapet. Plusnya lagi, produk-produk yang dia pakai pun mudah dicari dan enggak terlalu mahal. Suhay berkali-kali nekenin kita bisa pakai produk apa aja, disesuaikan aja sama kondisi kulit dan dompet kita haha. Kualitas video dan suaranya oke (bahkan enggak ada musik yang diselipin jadi kita fokus ke dianya), editingnya sederhana banget (bahkan foto thumbnailnya pun plain), rajin upload, rajin berkomunikasi sama penontonnya, dan skillnya amazing. Purrrfect! Oh iya satu lagi, dia belajar make up 100% dari youtube which is amazing!
2. Delania Marvella


Dela punya dua channel, satu untuk audience Indonesia dan satu lagi untuk audience Internasional. Kualitas videonya enggak perlu diraguin lagi. Waktu aku nonton videonya yang nunjukin peralatan vlogging, aku sampai melongo. Peralatan dia super lengkap, super canggih, dan super mahal *cry*. Tapi yang aku suka adalah, dia juga menekankan untuk mulai vlogging dengan apa yang kamu punya karena nanti pelan-pelan juga membaik. Dia juga sering pakai produk lokal atau drugstore which is good buat yang dananya terbatas seperti aku haha. Tapi untuk skincare, aku nyerah karena dia pakai produk yang semuanya mehong abis 😦 cantik itu mahal gaes. Satu hal yang aku suka banget dari dia adalah dia bener-bener komitmen dan terstruktur. Dari dia, aku mulai nulis konten blog dijadwal dan ditentukan apa kontennya. Ternyata, dia bikin video enggak langsung bikin, tapi dia catat apa-apa aja yang akan dia omongin biar dia enggak melantur kemana-mana. I love her!
3. Dhana Xaviera


Aku suka sama pembawaan dia yang ceria dan lucu kalau ngejelasin. Biasanya aku enggak suka video beauty yang ada bloopersnya, tapi aku suka bloopers-bloopers punya Dhana. Make up-nya juga simpel tapi bagus! Tutorialnya jelas, dan produk-produk yang dipakainya cukup affordable. Gayanya juga cantik banget, cocok sama usianya. Dia juga rajin upload video.
4. Linda Kahyz


Wajahnya cukup bikin aku iri karena kelihatannya muda banget huhu. Walaupun produk-produknya agak mahal, tapi aku tetep suka nonton karena tutorialnya jelas, cepet, dan look-looknya aku suka banget! Pertama kali aku nonton videonya yang how to do eyebrow like a pro, dan aku langsung subscribe setelah itu walau videonya yang itu ada subtitlenya. Tapi video-video lain enggak ada subtitlenya, bikin aku semakin suka dia. Foto-fotonya di instagram pun cantik-cantik banget! Kadang jadi terinspirasi buat bikin look yang sama.
5. Sarah Ayu Hunter


Kayaknya kurang afdol kalau belum menyebut Sarah Ayu di per-beauty-vlog-an Indonesia. Dia salah satu beauty vlogger yang punya banyak die-hard-fans. Sarah berdarah Australia-Indonesia, makanya wajahnya kebule-bulean yang cantik banget. Produk-produk make up Sarah bervariasi, dari yang lokal, drugstore, sampai high end. Skill-nya juga luar biasa bagus! Aku waktu nonton video no mirror make up challenge-nya rasanya mau nangis karena hasilnya bagus banget Ya Allah aku pakai kaca segede muka bumi juga enggak bisa sebagus make upnya. Bahkan dia sampai ke tahap contour, smokey eyes, dan bulu mata palsu lho! Sayangnya dia udah lama nggak upload video baru karena rumahnya lagi direnovasi.

Itu dia 5 beauty vlogger Indonesia yang aku suka banget. Sebenernya banyak banget beauty vlogger yang punya skill bagus, tapi entah terlalu rame editingnya, dicampur sama parodi, ada greetings yang kurang sreg sama aku, atau apa, makanya hanya 5 itu yang benar-benar aku addict. Aku tetap tonton dan subscribe yang lain sih, hanya enggak aku tonton semua videonya kayak 5 beauty vlogger di atas. Semoga aku bisa seperti mereka walau peralatannya masih kurang banget. Semoga bermanfaat ya!

Wassalamu’alaikum Wr Wb

[Beauty Talk] Pengalaman Ke dr. Y. Widodo, SpKK

Assalamu’alaikum!
Kali ini aku enggak mau review produk, tapi mau sharing pengalamanku ke dr. Widodo yang kesohor di Jogja. Tapi maaf sebelumnya kalau ngebosenin, karena enggak akan ada foto sama sekali (nanti aku update dengan foto obat yang dikasih ya). Wajahku yang berjerawat juga enggak terlalu terlihat karena aku berjilbab.

Jadi ceritanya, beberapa hari lalu mukaku laku jerawatan parah banget dan susah sembuhnya. Pake oil enggak mempan (aku bahkan lupa namanya, yang bau bawang putih itu) dan acnol enggak mempan sama sekali. Ditambah wajahku gatel-gatel dan kerasa kering banget meski banjir minyak. Jerawaku paling parah area dagu dan pinggir-pinggir gitu kayak deket telinga atau jidat.

Akhirnya Senin kemarin (tanggal 28) tekadku bulat buat ke dr. Widodo. Beliau ini praktek di Apotek Panji, RS Panti Rapih dan RS Sardjito. Jam 8.15 aku telpon ke Apotek Panji (buka pendaftarannya mulai jam 8 pagi) tapi sempet salah nomor. Usut punya usut, ternyata di google nomor telepon dan alamatnya belum diupdate karena Apotek Panji udah pindah. Untungnya aku nemu nomor telepon yang benar. Akhirnya aku telepon dan ditanya udah pernah datang belum. Aku jawab belum dapat dibilang dapat nomor antrian 29. OH MY GOD. Padahal sehari dr. Widodo cuma menerima 30 pasien -_- Untung sekali aku masih kebagian. Mungkin karena libur paskah ya jadi pasien banyak.

Continue reading