[First Impression] Morphe The Little Pallete Coca Mocca by Elena Gant dan Drama Paket Nyasar

Assalamu’alaikum!

Selamat malam!

Oke, jadi ini adalah salah satu review yang paling aku tungg-tunggu selama lebih dari satu bulan. Sebenarnya, aku punya hutang review produk-produk yang udah lebih dulu aku beli. (Cek di Oktober Haul from Elsbeauty7 dan Mutiara (Jogjakarta)

Tapi masalahnya, aku udah pengen banget pallete ini. Waktu tau Morphe lagi ada sale 15%, aku langsung pesan pallete ini di lapaknya Spider di market plaza femaledaily. Kayak gini penampakannya:

Packaging Morphe The Litte Pallete Coca Mocca

Palletenya kecil, sesuai namanya dan yang pasti jadi travel friendly, dan waktu lihat warna-warnanya, aku tambah jatuh cinta! Tapi, sebelum masuk ke first impression, aku mau sharing sesuatu yang (mungkin) sering teman-teman alami juga. Di awal post ini, aku udah bilang kalau aku nunggu pallete ini cukup lama karena aku beli dengan sistem Pre Order. Aku menunggu lebih dari 1 bulan. Akhirnya, tanggal 19 November kemarin, Spider kirim paket ini.

Aku enggak minta resinya karena biasanya enggak ada kendala dan udah sering juga belanja di Spider ini. Hari Selasanya, tepatnya tanggal 22, muncul pesan pop up di HPku yang menyatakan paketku sudah sampai, dan diterima oleh Adi. Aku mengingat-ingat, siapa itu Adi? Rasanya di kosku enggak ada yang namanya Adi. Waktu aku sampai di kos, aku tanyakan temanku soal paket, dia bilang enggak ada paket.

Oke, aku mulai deg-degan. Tapi aku belum melakukan apa-apa karena berharap yang menerima paket punya inisiatif untuk menghubungi aku. Nyatanya, enggak sama sekali. Aku udah nangis karena yakin paketku nyasar. Rabunya (23 November), aku tanyakan ke pihak JNE, katanya, si Adi ini mengaku sebagai pihak KELUARGA. Aku minta pelacakan, tapi masalahnya, aku belum punya resinya. Hari itu aku baru minta ke Spider via email. Akhirnya aku diberi nomor JNE Pusat Jogja karena pihak pusatlah yang tahu siapa kurir yang membawa paketku. Oke, hari itu juga aku telpon pihak JNE Pusat Jogja. Tapi nihil. Intinya akan dilakukan pengecekan, nanti aku akan dikabari bila ada perkembangan, which is sampai saat ini aku enggak dikabari lol. Esoknya, Kamis (24 November), aku menelpon ke JNE Jogja lagi, tapi belum ada perkembangan.

Paket yang nyaris lenyap

Paket yang nyaris lenyap

Sampai di situ, aku sebenarnya udah mencoba ikhlas kalau paketku bener-bener hilang. Tapi setelah browsing kasus yang sama, aku jadi semangat lagi buat merjuangin paket ini. Akhirnya, kamis malamnya, aku mengirim email ke customer servicenya JNE, aku ceritakan kronologisnya. Dan ini dia hal-hal yang (menurutku) mempercepat prosesnya: aku menekankan kalau paketku berharga banget karena di Indonesia belum tersedia, aku harus menunggu selama 1 bulan lamanya dan satu lagi, aku ‘mengancam’ akan menuliskan keluhanku di Majalah Tempo dan koran Kompas. Jumatnya (25 Nov), customer service membalas emailku, memberitahukan kalau kasusku sedang diselidiki. Okelah, semoga bukan janji manis lagi. Esok harinya, hari Sabtu (26 November), saat aku lagi mengikuti workshop, aku menerima telpon dari JNE Pusat (Jakarta) soal kasusku. Beberapa pertanyaan dijawab. Intinya, si CS bilang paketku akan ditarik kembali yang aku engak tau gimana caranya. Pagi tadi, waktu aku akan pergi, teman kosku baru memberi tahu ada paket buat aku yang sebenarnya udah nyampe dari kemarin sore (Sabtu sore) tapi kamarku sepi. TARA!! Paketku benar-benar sampe! Ya Allah rasanya mau nangis saking senangnya. Alhamdulillah pallete ini masih rejekiku hehe. Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua ya, terutama untuk pihak JNE buat lebih berhati-hati lagi. Oh iya, kalau ada paket nyasar atau enggak kenal orangnya, please, tolong banget, ada nomor HPnya kok di paketnya, tolong hubungin orangnya. Kamu enggak akan tahu seberapa paket itu berarti buat si penerima. Aku sudah 2 kali ngalamin kayak begini, kok ya enggak ada inisiatif buat ngehubungin?

Oke, clear yaa, sekarang saatnya ke first impression!

Packaging

packaging the litle platte

Dari Morphe-nya sendiri, si pallete dilindungi oleh Bubble Wrap yang bikin dia aman walau kardusnya agak penyok. Warna kardusnya sendiri hitam dengan desain yang lumayan menarik. Enggak terlalu unyu, tapi lebih keliatan profesional.

morphe-coca-mocca-belakang

Ini bagian belakang kardusnya. Lucu deh, ada semacam cerita di balik pallete ini. Oh iya, ada tulisan ‘Coca Mocca’ juga di bagian ujung bawah kanan.

img_20161127_092459

Nah palletenya sendiri ada semacam kaca kayak gitu, yang bikin kita bisa lihat bagian dalamnya. Sayangnya, kaca ini juga yang bikin The Litte Pallete enggak punya cermin haha. Tapi melihat harganya sih, ya sudah lah ya.

Swatches

pallete-coca-mocca-elena-gant

Pallete ini enggak ada brushnya, tapi kayaknya semua palletenya Morphe memang gitu ya? Enggak ada brush dan kaca, jadi harga yang kita bayar bener-bener dioptimalkan buat eyeshadownya. Lihat deh, cantik-cantik banget kan warnanya? Menurutku, warna-warnanya wearable banget buat sehari-hari. Dan yang paling bikin aku seneng adalah komposisinya. Jadi ada 5 eyeshadow matte dan 3 eyeshadow shimmer yang pasti bikin kita jadi punya lebih banyak opsi buat bikin look.

swatches-coca-mocca-1

Dan ini dia swatchesnya! Ini adalah swatches untuk row pertama ya. Row pertama ini berisi 1 matte dan sisanya shimmer. Dari kiri ke kanan:

  1. Putih kekuningan-krim matte: pigmented, enggak powdery, warna paling muda di antara 8 warna
  2. Gold shimmer: warna ini mengingatkanku sama palletenya Inez yang venice, tapi warna di pallete ini shimmernya lebih kalem. Dan pigmentasinya luarrrr biasa!
  3. Tembaga gelap shimmer: Ini juga mengingatkan aku sama Inez haha, tapi bedanya yang ini lebih gelap, shimmernya  juga lebih halus. Cantik banget!
  4. Ini aku bingung deh jelasin warnanya, hijau gelap shimmer gitu deh: Ya intinya pigmentasinya bagus banget!

Nah, untuk row kedua ada:

swatches-coca-mocca-2

Dari kanan ke kiri (sesuai urutan di pallete):

  1. Ini sama persis sama kulitku. Pas aku pakai di eyelid bahkan enggak kelihatan sama sekali haha. Jadi ini pasti akan kepake buat set primer eyeshadow.
  2. Coklat netral: Menurutku ini coklat yang cukup netral, enggak terlalu kemerahan, tapi juga enggak cool tone banget. Pigmentasinya bagus banget!
  3. Coklat lebih tua: Beh kalau ini jangan ditanya lagi. I love this so much! Sekali usap langsung cetar banget. Kalau yang ini warm tone.
  4. Coklat paling gelap: Ini begitu dipake hampir hitam, padahal di palletenya masih keliatan coklat. Ini juga bakal kepake banget warnanya.

So, dari swatchesnya aja pasti temen-temen udah bisa duga gimana kualitas palletenya. Semuanya buttery, gampang banget diblend, pigmentasinya bagus, dan hampir enggak ada fall out sama sekali!

Aku bonusin pictorial ya ya ya? Gatel banget pengen nyobain pallete baru 😛

pictorial

  1. Baru diset pakai eyeshadow yang ada di row 2 paling kiri, yap, dia persis sama kulitku.
  2. Pakai warna di sebelahnya buat jadi transition shade, tapi malah jadi ke seluruh kelopak karena pakai brushnya Wet n Wild yang bagus tapi kegedean -_-
  3. Apply si warna tembaga ke seluruh eye lid sambil diblend pelan-pelan.
  4. Apply si coklat yang gelap (nomor 2 dari kanan) ke outer v, blend lagi.
  5. We’re done!

Segitu dulu ya dari aku. Semoga bermanfaat buat temen-temen.

Wassalamu’alaikum!

Advertisements

2 thoughts on “[First Impression] Morphe The Little Pallete Coca Mocca by Elena Gant dan Drama Paket Nyasar

    • Kayaknya emang kudu agak diteken ya, kalau enggak ya bisa dibiarin aja..
      Iya nih gak nyesel sama sekali hehe.
      Makasih udh mampir 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s