[Review] Laseca Spa & Salon

IMG_20150830_172259_HDR_resize

Assalamu’alaikum Wr Wb

Lama bangeeeet rasanya nggak ngeblog. Maaf ya, lagi ribet sana sini ngurus maba walau bukan panitia 😦

Kali ini aku mau sedikit cerita soal Laseca Salon & Spa. Sejak masuk kuliah baru kali ini ke salon haha (kecuali buat potong rambut ya).

Jadi temenku merekomendasikan ke sini. By the way, Laseca punya dua cabang. Di Cokroaminoto sama di Kotabaru. Lucunya, aku reservasi untuk di Cokroaminoto tapi datangnya ke Kotabaru haha. Untungnya dari pihak Laseca masih mau menunggu.

Jujur aja, yang paling menarik dari Laseca adalah promonya yang banyak dan harganya yang emang mahasiswa banget hehe. Aku ambil paket Green Tea seharga Rp 140.000, kayak apa sih pelayanannya? Oh iya, sebelumnya, aku disuruh masuk kamar private gitu buat ganti baju. Dikasih kimono sama dispossible panties (celana dalam sekali pakai), masih agak kagok sih keluar masuk area spa di mana bagian dada nyeplak haha.

Aku urutkan paketnya ya

  • Totok wajah

Ini lumayan enak pijitnya. Saat pertama dipijit ditanya dulu ‘tekanannya sudah cukup belum?’

  • Masker wajah

Standar sih, nggak wah, toh cuma masker. Yang jelas bikin seger karena aromanya green tea. Ruangannya agak besar, di luar kamar. Ada 4 dipan buat perawatan totok wajah sama masker, tapi tadi cuma ada aku.

  • Sauna

Aku enggak bisa diam di dalam sauna haha, mungkin karena sendirian jadi mikirnya sekalian aja banyak gerak biar keringatan. Dan bener aja, aku keringetan, sementara temenku pernah cerita dia enggak keringetan sama sekali. Oh iya, aku sempat intip termometer di ruangannya. Suhunya 55 derajat celcius. Ruangannya berukuran sekitar 3 x 1,5 m. Ada tempat duduk memanjang. Ruangan, lantai, dan tempat duduknya sendiri dari kayu semua. Mungkin emang ruang sauna begitu ya? Baru sekali ini jadi belum bisa bandingin 🙂

  • Massage

IMG_20150830_170523_HDR_resize

Setelah sauna, aku dipersilakan minum air putih, lalu masuk lagi ke dalam kamar. Nah di sini aku diminta berbaring telungkup dengan kimono dilepas. Pijatannya lumayan enak walau cenderung agak menyakitkan. Aku sempat baca-baca review Laseca juga, dan katanya sakit banget dipijitnya. Tapi menurutku biasa aja lho, masih lebih sakit dipijit karena sakit maag. Atau aku dapat therapist yang enggak terlalu sakit mijitnya? Oh iya, aku sempat baca kalau Laseca pakai metode deep tissue whatever untuk metode massagenya, tapi saat aku konfirmasi ke therapistnya, dia bingung lho. Dia tanya,”Maksudnya, Kak?” Akhirnya aku tanya metode pijat apa yang dipakai. Katanya pijat tradisional aja. Lah ini aku yang salah apa dia yang nggak ngerti?

  • Lulur

Nah, di bagian ini justru aku merasa tersiksa. Pertama, tadi AC-nya dingiiiiin banget. Aku sampai menggigil. Menggigilnya beneran menggigil sampai badan gemetar gitu. Sayangnya suhunya enggak bisa dinaikkan karena kata mbaknya remote AC-nya dipegang Pak Satpam. Kedua, mbak therapist ngerontokin lulurnya luar biasa keras, sampai perih banget kulitku, bahkan waktu lampunya dinyalain (waktu dimassage lampu redup), keliatan banget kulitku merah-merah. Alamak, itu ngerontokin lulur apa ngerontokin kulit? 😦

Continue reading

Advertisements