10 World’s Most Amazing Book Stores



Bosen baca buku di perpustakaan atau toko buku yang itu-itu aja? Coba aja ke tempat-tempat berikut ini, dijamin ketagihan! Hihi
 
1.     Boekhandel Selexyz Dominicanen – Maastricht, Belanda
Gereja ternyata engga Cuma bisa jadi tempat ibadah. Buktinya, gereja dominican yang usianya mencapai 800 tahun ini bisa tuh disulap menjadi toko buku. Walau ditambahi beberapa unsur modern, bangunannya tetap dibiarkan seperti dulu. Kokoh dan klasik. Enggak kebayang gimana rasanya membaca buku di bawah langit-langit yang tinggi dan megah. 

2.    Poplar Kid’s Republic – Beijing, Cina
Kalau yang satu ini pasti jadi favorit adik-adik kecil kita. Desainnya yang minimalis dan bergaya seperti film-film fiksi bakal bikin mereka jadi betah. Poplar Kid’s Republic juga menyediakan banyak banget judul bacaan. Bayangkan aja, ada sekitar tiga ribu judul buku yang tersedia. Kalau begini, rasanya kita juga bakal jatuh cinta ya sama toko buku satu ini.

3.    El Ateneo Bookstore – Buenos Aires, Argentina
Buat kita yang senang nonton teater, mungkin cocok ke sini. Soalnya, dulu sekali, toko buku nomor satu di Amerika Selatan ini adalah teater. Bukti peninggalan teater ini masih ada kok. Misal tirai merah panggung dan patung-patung. Area yang dulunya panggung diubah jadi area khusus pengunjung untuk bersantai menikmati snack sambil membaca. Bahkan ruang-ruang VIP untuk pengunjung zaman dulu kini dikhususkan sebagai ruang baca mini.

4.    Dari luar, gedung ini memang terlihat biasa. Tapi, toko buku dua lantai ini punya sesuatu yang spesial. Kita bisa melihat tumpukan buku dari lantai hingga ke langit-langit. Selain itu, di lantai dua terdapat perpustakaan pribadi yang boleh dimasuki semua orang. Lebih asyik lagi karena di sini juga terdapat tempat tidur. Biasa sih, yang memakainya adalah para penulis yang lagi mencari ide buat novelnya. Mereka boleh menginap sampai berhari-hari secara gratis di sini. Nggak salah tempat ini dijuluki ‘A haven for writers’


5.     – Porto, Portugal
Orang Portugal memang senang membaca buku. Buktinya, tahuhn 1881 saja Livraria Lello sudah dibangun. Toko buku ini dilengkapi dengan tangga kayu yang berada di tengah bangunan dan akan membawa pengunjung sampai ke atap. Kalau sudah sampai di atas, siap-siap tahan napas. Soalnya, bangunan ini punya atap yang terbuat dari kaca. Keren banget!

6.    Secret Headquarters Comic Book Store – Los Angeles, Amerika Serikat
Jangan pernah cari novel atau buku pelajaran di sini. Soalnya, tempat ini adalah surganya pecinta komik. Yep, 100% buku yang ada di sini adalah komik. Dan walaupun banyak banget saingannya, toko ini berhasil dinobatkan sebagai one of the coolest comic book stores around the world versi koran Guardian. Lantainya yang terbuat dari kayu bakal bikin kita merasa seperti sedang berada di rumah.

7.    Enggak hanya Jakarta yang bisa three-in-one, toko buku ini juga. Soalnya, selain sebagai toko buku, Cafebreria El Péndulo juga sekaligus menyediakan bar dan kafe. Selain bisa membaca sambil menyantap makanan, kita juga bisa menikmati udara bersih di sini. Soalnya interior toko ini dihiasi oleh berbagai macam tanaman. Ckck, toko buku ini benar-benar mendukung gerakan go-green.

8.    Atlantis Books – Santorini, Yunani
Toko buku ini dijamin bisa memberi pemandangan spektakuler. Atlantis Books berada di basement sebuah villa yang terletak di atas tebing Oia. Jadi, kita bisa melihat sunset yang indah dari terasnya. Seperti Shakespeare&Company, Atlantis juga menyediakan tempat tidur di antara rak-rak bukunya khusus buat kita yang ingin menginap di sana.

9.    Hatchards Bookstore – London, Inggris
Enggak diragukan lagi, Hatchards Bookstores memang sangat bangga dengan ke-Inggris-annya. Salah satu pengunjung bahkan mendefinisikan tempat ini sebagai : “Reminiscent of beihng inside a rambling old house, with six floors of small rooms all linked together curling around a central staircase”. Selain itu, Hatchards Bookstore adalah salah satu toko buku yang mensuplai bacaan untuk Ratu Elisabeth. Wow..

10.  Borders Books – Glosglow, Skotlandia
Sebelum tahun 1827, Borders Books adalah milik kerajaan. Walaupun sekarang berubah jadi toko buku, kita masih bisa menikmati bangunannya yang wow. Pilar-pilar bergaya Inggris siap menyambut kita pas datang. Bangunan tiga tingkat ini juga menyediakan kafe dan arena game, lho.


Source : KaWanku Magazine
Advertisements

Teknik Memunculkan Ide Cerpen

Bagaimana memunculkan ide supaya bisa kita garap menjadi cerpen? Ini adalah pertanyaan yang sangat sering kita dengar dari teman-teman yang sedang belajar menulis cerpen. Nah, ternyata teknik memunculkan ide itu sederhana sekali. Lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Masukkan tokoh itu ke dalam rumah. Kunci pintunya rapat-rapat, kalau perlu berilah palang pintu yang kuat.
2. Bakar rumah itu.
3. Buatlah tokoh itu keluar dari dalam rumah.


Sederhana, bukan?

Tiga langkah sederhana tersebut bersifat perumpamaan. Maksud dari langkah pertama adalah memberi masalah kepada tokoh. Memasukkan tokoh itu ke dalam rumah dan menguncinya membuat tokoh berada dalam masalah. Tokoh dalam cerpen kita harus memiliki masalah yang sedang mengganggu pikirannya. Inilah yang disebut konflik. Konflik tidak harus sesuatu yang besar atau berat. Tapi, konflik itu harus cukup mengganggu tokoh utama. Misalnya, masalah jerawat mungkin bukan masalah yang besar, tapi untuk seorang tokoh dengan karakter tertentu, jerawat menjadi sangat mengganggu. Tokoh utama mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah itu.
Langkah kedua: membakar rumah. Fungsi dari langkah ini adalah menempatkan tokoh pada kondisi mau tidak mau harus keluar dari masalah. Kalau tidak, akan muncul masalah yang lebih besar. Dia harus bisa keluar dari dalam rumah, atau dia akan mati terbakar. Inilah yang disebut dengan suspense atau ketegangan.
Langkah berikutnya: buatlah bagaimana tokoh itu bisa keluar dari dalam rumah. Apa pun caranya. Inilah yang disebut dengan ending. Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Tunjukkan bagaimana tokoh itu akhirnya mengatasi masalah.
Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis.


Jangan lupa, tetap perhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Fokus cerita berupa tema. Tema adalah ide utama dan benang merah dari keseluruhan cerita. Tema tersebut tetap harus kuat terasa ketika orang selesai membaca.

2. Alur, atau proses bagaimana tokoh utama menyelesaikan masalah. Alur ini perlu dibangun secara lengkap dan tergambar dengan jelas.
3. Karakter yang konsisten.

4. Dialog yang baik, riil, dan enak didengar, logis sesuai karakter. Misalnya kita membuat karakter romantis, maka dialog-dialog yang kita buat untuk tokoh tersebut pun harus menggambarkan sisi romantisnya. Begitu juga jika kita membuat karakter tokoh pemalas, pemarah, atau interogatif.

5. Gambarkan seting cerita dengan meyakinkan.